Beranda Kuliner 5 Kuliner Terbaik di Pulau Belitung

5 Kuliner Terbaik di Pulau Belitung

Belitung, adalah sebuah pulau di lepas pantai timur Sumatra, Indonesia, diapit oleh Selat Gaspar dan Selat Karimata. Pulau ini terkenal dengan lada putih (Piper sp.) yang dalam bahasa setempat disebut sahang, dan bahan tambang tipe galian-C seperti timah putih (Stannuum), pasir kuarsa, tanah liat putih (kaolin), dan granit. Pulau Belitung terbagi menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung, beribukota di Tanjung Pandan, dan Belitung Timur, beribukota Manggar.

5 Kuliner Terbaik di Pulau Belitung

Tanjung Pandan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia, sekaligus menjadi ibukota dari Kabupaten Belitung. Tanjungpandan adalah kota pelabuhan dan dikelola oleh BUMN yaitu PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Tanjung Pandan. Kota utamanya pulau belitung adalah Kota Tanjung Pandan, kenapa kota tanjung pandan sering disebut dengan kota utama karena kota tanjung pandan merupakan pusat dari tempat rekreasi di pulau belitung.  Cerita tentang wisata Belitung kali ini saya akan bercerita seputar 5 Kuliner Terbaik di Pulau Belitung.

1Mie Belitung Atep

Mie Belitung Atep – Berkunjung ke Negeri Laskar Pelangi rasanya belum lengkap jika tidak mampir ke Mie Belitung Atep. Kedai mie Belitung yang berada di pusat kota, tepatnya di Jl. Sriwijaya No. 27 Tanjung Pandan Belitung, ini memang tempat yang paling terkenal sebagai kedai yang menjual mie Belitung. Mie Belitung yang dijual di kedai yang sudah ada sejak tahun 1973 ini memang terkenal akan kelezatannya. Campuran mie, kentang, ketimun, emping, dan udang berpadu dengan kuah kental membuat mie Belitung Atep terasa begitu enak dan nikmat. Mie Belitung ini merupakan makanan perpaduan antara kuliner peranakan tionghoa dengan kekayaan hasil alam pulau belitung yang melimpah. Mie Belitung Atep berlokasi di dekat bundaran satam pusat kota Tanjung Pandan, Belitung, di sebuah ruko yang sederhana sekali penampilannya. Seporsi Mie Belitung Atep dihargai Rp 10 ribuan. Sebagai pendamping, untuk minumannya Anda bisa pesan es jeruk kunci, harganya Rp 5 ribu.

Es Jeruk Kunci ini adalah es jeruk (Jus Jeruk) khas belitung dan Jeruk Kunci adalah jeruk berukuran kecil-kecil dengan kulit tipis yang banyak ditemui di Bangka Belitung dengan rasa yang luar biasa asam. Biasa disebut juga dengan nama jeruk sambal, karena perasan air jeruknya sering ditambahkan di dalam sambal.

2Rumah Makan Fega

Rumah Makan Fega – Belitung dikenal juga dengan nama Negeri Laskar Pelangi. Wisatawan yang datang biasanya tak melewatkan berkunjung melihat replika SD Laskar Pelangi dan Museum Andrea Hirata yang terletak di Belitung Timur. Memang tak bisa dipungkiri, novel dan film Laskar Pelangi yang sangat terkenal itulah yang mendongkrak pariwisata Belitung. Jika berada di kedua objek wisata itu, untuk makan siangnya cobalah mampir ke Rumah Makan Fega. Rumah makan ini berada di dekat bundaran Tugu Negeri 1001 Warung Kopi. Tugu tersebut berbentuk teko dan cangkir kopi berukuran besar dan sangat mudah ditemukan. Rumah Makan Fega ini berada tepat di tepi danau. Jika ingin makan sambil menikmati semriwing angin cobalah mencari meja yang paling dekat dengan danau. Sebetulnya, kami tidak menduga kalau ini adalah danau sebab ukuranya sangat luas, dan lebih mirip pantai.

Rumah Makan Fega punya beragam Sea Food di sini juga bisa nikmati menu andalannya yaitu Gangan Ikan  (gulai ikan khas Belitung) yang rasanya pedas-pedas gurih dan aneka masakan lain seperti ikan bulat bakar, udang goreng tepung, sate ayam bumbu kacang, sayur kangkung renyah, dan menu favorit lainnya.

Selain makanannya yang enak, rumah makan fega ini menyedia spot foto yang tidak kalah menakjubkan. Suasana asri rumah makan Fega cocok sekali untuk melepas lelah, lapar dan dahaga.

3Kopi KongDjie

Kopi Kongdjie – Dikenal sebagai salah satu kota 1001 kedai kopi. Kabupaten Belitung Timur punya kedai kopi Kong Djie yang berdiri sejak 1943. Terkenal dengan racikan kopi susunya yang tak klasik. Di kota Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung Timur tidak ada kafe modern hingga pusat perbelanjaan seperti mall. Di sini masyarakat lokal lebih senang berkumpul, dan menghabiskan waktu di kedai kopi tradisional yang menyajikan racikan kopi lokal. Nama Kong Djie berasal dari pendirinya Ho Kong Djie, seorang keturunan China dari Pulau Bangka yang membuak kedai kopi tahun 1943. Sebelumnya ia sempat buka kedai kopi di Buluh Tumbang, Tanjungpandan. Kini sudah ratusan cabang yang dibuka berdasarkan waralaba. Mereka memakai blending kopi yang diracik khusus oleh generasi keempat yang jadi penerusnya.

Jenis kopi yang berada di kedai Kopi Kong Djie adalah kopi robusta dan kopi arabika. Cara pembuatan kopi di Kong Djie cukup unik yaitu memakai tiga cerek besar, salah satunya mencapai tinggi satu meter. Itulah yang menjadi cerek untuk membuat biang kopi, dengan mencampur satu kilogram bubuk kopi dengan air mendidih. Pada bagian tutup cerek dipasang saringan kain untuk mencegah bubuk terbawa. Biang kopi inilah yang dituang ke tiap gelas, yang kemudian akan diseduh lagi dengan air mendidih sesuai selera; bisa kental bisa encer. Uniknya, semua cerek itu dijerang di atas tungku arang yang terus menyala.

Menu andalan disini ada Kopi O, yaitu kopi hitam. Rasanya sedikit pahit, dengan warna pekat, dan kental. Ada juga kopi susu, yang menggunakan susu kental manis. Biasanya masyarakat lokal di sini, paling sering pesan kopi susu dan singkong goreng yang digoreng hingga garing dan tidak hanya itu makanan lain yang bisa disantap yaitu pisang goreng, roti bakar. Untuk penyajian kopinya pun unik. Jika kamu memesan kopi, kamu akan disajikan segelas kopi dengan tambahan sekaleng susu kental manis dan segelas gula. Untuk kisaran harganya, kopi dan makanan di sini terbilang terjangkau. Untuk satu gelas kopi susu panas dan aneka makanan, kisaran harganya dari Rp. 8.000,- hingga Rp. 15.000,-. Kalau mau coba racik kopi sendiri, Kong Djie juga menjual bubuk kopi berbagai ukuran yang cocok untuk dibawa menjadi oleh-oleh dari Bangka Belitung.

Bagi kamu pencinta kopi dan sedang berkunjung ke belitung sangat diwajibkan bagi anda untuk datang dan berkunjung di kedai Kopi Kongdjie yang berada di Jl. Siburik, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung.

4Restoran Pulau Kepayang

Sajian wisata bahari berupa aktivitas jelajah pulau menjadi jualan utama Belitung. Ada beberapa pulau yang bisa dikunjungi seperti Pulau Batu Garuda, Pulau Batu Berlayar, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang. Pulau-pulau tersebut bisa dijelajahi dalam sehari karena saling berdekatan. Wisatawan biasanya berangkat dari Pantai Tanjung Kelayang. saat sedang melakukan jelajah pulau, biasanya wisatawan singgah ke Pulau Kepayang untuk makan siang. Meski tidak dihuni oleh penduduk, Pulau Kepayang memiliki dua rumah makan dan penginapan. Dua rumah makannya tidak berdekatan. Berjarak sekitar 2 kilometer, masing-masing dekat dengan area pantai. Di sinilah para pelancong bersantai sambil menikmati makanan khas Belitung. Tersedia juga kamar mandi dan toilet yang banyak. Sengaja disediakan agar pengunjung yang datang dalam keadaan basah (usai snorkeling) bisa ganti baju kering saat makan. Tersedia pula mushola. Di akhir pekan biasanya kedua rumah makan selalu penuh pengunjung. Sedangkan di hari biasa, hanya satu rumah makan yang buka.

Menu yang tersedia sama seperti rumah makan pada umumnya yang ada di daratan utama Belitung. Ada menu Gangan dan aneka masakan seafood lainnya, Minumannya air kelapa muda utuh dari pohon kelapa yang banyak tumbuh di pulau.

5Rumah Makan WanBie (Makan Bedulang)

Di Belitung sendiri ada makanan khas yang bernama makan bedulang. Sebuah tradisi yang masih suka dilakukan oleh warga Belitung hingga kini. Wan Bie adalah salah satu rumah makan yang menyediakan bedulang, wanbie ini berada di Jalan Sriwijaya No.123A, Kota Tanjung Pandan.

Makan bedulang adalah prosesi makan bersama dalam satu dulang yang terdiri dari beberapa orang duduk bersila saling berhadapan mengitari tempat yang berisikan makanan. Secara harfiah, makan bedulang adalah makan menggunakan dulang, yaitu talam atau nampan besar yang berbentuk bulat. Dalam tradisi turun menurun ini disajikan berbagai makanan khas Belitung yang mencerminkan keterkaitan yang erat antara sistem sosial dan ekologi Belitung. Makna filosofisnya adalah dengan duduk bersila, juga berarti sama rata (saling menghargai antar masyarakat).

Ditiap rumah makan di belitung ini memberikan menu untuk makan bedulang ini berbeda-beda. Untuk di Wanbie sendiri menyediakan 6 piring yang berisi ayam ketumbar, otak-otak goreng, oseng kentang buncis, teri goreng, sambal, dan irisan timun. Di tengahnya terdapat gangan daging berwarna kuning. Satu paket nasi bedulung disiapkan untuk 2 sampai 4 orang.

Tradisi makan Bedulang tentu memiliki aturan, salah satunya lewat petugas pelaksana. Petugas ini terdiri dari Mak Panggong (koordinator tata cara makan bedulang), Penata Hidangan (yang menyiapkan makanan dan peralatan makan), Tukang Berage (bertugas menaruh makanan di atas dulang), Tukang Perikse Dulang (memeriksa kelengkapan lauk pauk), Tukang Ngisi Aik (mengisi air minum ke dalam gelas), dan terakhir Tukang Ngangkat Dulang (mengangkat dulang ke hadapan para tamu). Karena makan bedulang merupakan tradisi turun menurun, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum makan dimulai. Para petugas juga harus beretika dalam mengantar dulang ke hadapan para tamu. Jumlah pengangkat dulang harus berjumlah paling sedikit tiga orang. Dulang juga harus dipegang dengan kedua tangan, dengan kaki kanan yang ditekuk ke atas lutut, posisinya pun tidak boleh membelakangi tamu. Setelah itu Penyulu Gawai menyalami para tamu dan mengatur posisi masing-masing tamu. Orang yang paling muda menyerahkan piring kepada Tukang Ngangkat Dulang, kemudian diberikan lagi kepada orang yang lebih tua berdasarkan tingkat dan status sosialnya. Setelah proses makan selesai, wajib untuk mencuci tangan di wadah yang telah disediakan, kemudian mengeringkannya dengan serbet berlipat empat dan harus dikembalikan seperti semula.

Sekian Penjelasan dari kami tentang 5 Kuliner Terbaik di Pulau Belitung yang kami harapkan Anda dapat menikmatinya dan bisa menjadi bahan referensi liburan anda bersama pasangan ataupun keluarga. Happy Holiday