Beranda Jalan Jalan Cuy Berjuang Melewati Batas Kemampuan Untuk Menaklukkan Kawah Ijen

Berjuang Melewati Batas Kemampuan Untuk Menaklukkan Kawah Ijen

Setelah beberapa tahun vakum dari dunia pendakian akhirnya tahun ini saya masih diberikan kesehatan dan waktu untuk bisa merasakan pendakian di Gunung Ijen.

Gunung Ijen sendiri adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Gunung ini memiliki ketinggian 2.443 mdpl dan terletak berdampingan dengan Gunung Merapi. Walau hanya 2,443 mdp namun ini adalah pendakian terberat bagi saya untuk saat ini. Memiliki bobot 73 kg bukanlah perkara yang mudah untuk bisa mendaki gunung apalagi pendakian saya kali ini langsung di tempat yang jalannya cukup curam dan menanjak.

RUTE DAN JALAN MENUJU KAWAH IJEN

Jalur akses dari Banyuwangi menuju gunung ijen kami mengendarai mobil elf  dengan kondisi jalanannya rusak dan karena itu rute ini lebih sulit di lalui. kami mengendarai elf menuju Paltuding dengan jarak tempuh 1 jam 30 menit. Sebelum sampai di Paltuding kami melewati jalan yang dinamakan Tanjakan Erek-Erek yaitu berupa belokan berbentuk S dan sekaligus menanjak, perjalanan memerlukan waktu sekitar satu jam, karena jalanan sering rusak oleh air hujan maupun dilewati truk pengangkut Belerang setiap hari. Dari Patulding kami tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 3 kilometer menuju dasar Kawah Ijen yang memerlukan waktu kurang lebih 2 jam bagi saya.

Saat di Paltidung Udara cukup dingin dan jaket adalah pakaian yang benar-benar dibutuhkan disana. Udara yang dingin terasa menusuk-nusuk kulit mu dan saat berbicara dan menghembuskan nafas, keluar uap dari mulut kami.

JALUR PENDAKIAN KAWAH IJEN

Setelah sampai paltidung kami memutuskan untuk pergi ketoilet. Antrian toilet ini cukup menyita waktu karena panjang dan toilet yang tersediapun hanya sedikit sehingga terjadi penumpukan panjang disana. Toliet disini juga bukan toilet yang ada di mall-mall yang senantiasa wangi dan bersih, Bau di toilet ini cukup tidak sedap dan karena terburu-buru ingin mendaki ada beberapa orang yang tidak menyiram air dengan bersih sehingga bau yang tak sedappun keluar. Harga untuk toilet disana cukup murah yaitu Rp. 2000 per orang.

Setelah selesai dari toilet Kami langsung  pergi ke ‘garis start’ jalur pendakian Kawah Ijen. Sebelum mendaki kami dikasih tiket masuk pendakian kawah ijen. Untuk harga tiket masuk kawah ijen pun bervariasi, harga untuk wisatawan lokal seharga Rp. 5.000 Weekdays dan Rp. 7.500 Weekend dan Libur Nasional. Harga tiket untuk Wisatawan Mancanegara Rp. 100.000 Weekdays dan Rp. 150.000 Weekend.

Saat mulai mendaki sinar bulan menerangi daerah pegunungan, sekilas saya melihat puncak Gunung Ijen di kejauhan. Keinginan kuat untuk melihat kawah ijen bercampur dengan keraguan kekuatan fisik dan berat badan yang sedang saya rasakan.

Jalur yang kami lalui adalah jalur tanah yang berpasir dan bebatuan halus serta pendakiannya yang biasaya dimulai pada tengah malam dengan penerangan lampu senter. Di banyak titik kami harus ekstra hati-hati agar tidak tergelincir dan merosot ke belakang.

Di perjalanan saya tiap beberapa langkah terasa berat dan saya harus beristirahat namun saya berfikir jika saya duduk akan sangat sulit dalam melangkah lagi akhirnya saya memutuskan untuk berhenti dan berdiri sejenak sambil saya mengatur nafas.

Disini saya beruntung mendapatkan patner perjalanan yang mengerti saya, beliau tidak henti-hentinya selalu menyemangati saya. Menurut saya saat hendak mendaki ke gunung ijen baiknya kamu mengunakan jasa tour guide yang benar-benar akan membantu kamu menunjukkan jalan dan memberikan kamu beberapa saran sebelum mendaki. Tour guide yang kami dapatkan adalah seorang pria paruhbaya yang masih memiliki energi yang kuat dan baik hatinya. Walau saya sering merasa lelah, bagi saya mendaki dengan bobot 73 kg tidaklah sulit jika kita mempersiapkan stategi sebelum berangkat dengan berolahraga lebih sering untuk membuat stamina tetap terjaga namun saya tidak mempersiapkannya.

Selama perjalanan saya bersama rekan saya, tour guide dan seorang gadis SMA. Untuk seukuran anak SMA yang baru lulus saya acungkan jempol karena dia tidak pernah merasa lelah selama pendakian dan selama pendakian anak SMA ini menggunakan sinar Handphone sebagai sarana penerangan selama perjalanan. Saat diperjalanan ini pula tiba-tiba ada sesosok pria membutuhkan penerangan namun dia seolah ingin merebut HP anak itu, namun anak itu dapat menangkis tangan pria yang ingin mengambil hpnya sehingga adegan perebutan hp pun tidak terjadi.

POS KAWAH IJEN

Setelah menempuh lebih dari setengah perjalanan dengan trek yang cukup menanjak dan licin, kami tiba di tempat pemberhentian pertama dan terakhir yaitu Pos Bunder. Pos bunder ini disebut juga dengan pos timbang atau pos penimbangan. Di sini lah para pekerja tambang belerang melakukan kegiatan menimbang hasil kerja mereka dari sisi kawah. Dari pos bunder Anda masih harus berjalan kurang lebih satu kilometer untuk sampai puncak. Aroma belerang yang khas akan semakin tercium dari jarak dekat. Di pos bunder kita bisa sedikit melepas lelah dengan meminum teh hangat atau sekedar memakan jajanan yang ada disana.

 

Setelah saya puas beristirahat di pos bunder saya melanjutkan setengah perjalanan lagi menuju puncak. Setelah sampai di Pos Bunder, trek perjalanan akan berubah menjadi landai. dan saat menuju ke puncak tidak terasa terlalu berat seperti diawal pendakian.

BLUE FIRE

Kawah Ijen jika dilihat dari Puncak Gunung Ijen akan terlihat sangat menakjubkan dan waktu terbaik untuk mendaki adalah pukul 01.00 WIB dini hari, karena menjelang shubuh kawah berwarna biru akan terlihat sempurna. Kita hanya bisa melihat pada saat dini hari saja hingga shubuh, setelah matahari terbit kawah tidak akan dapat terlihat lagi, sehingga sebaiknya kita melakukan pendakian pukul 01.00 dini hari agar dapat mencapai kawah pukul 03.00 WIB sehingga momen blue fire tidak akan terlewatkan

SUNRISE KAWAH IJEN

Selain itu ketika pagi hari kita akan disuguhkan pemandangan sunrise yang menakjubkan serta sinar matahari pagi yang terpantul di kawah akan membentuk warna hijau tosca yang sangat indah. Tetapi kita harus berhati-hati karena air kawah Ijen memiliki volume sekitar 200 juta kubik dan panasnya mencapai 200 derajat celcius.

OJEK TROLI

Setelah puas menikmati pemandangan yang indah saya bertujuan untuk turun ke parkiran. Namun melihat jalanan pendakian yang tadi tour guide saya menawarkan jasa ojek troli supaya saya tidak terpelosok atau terpeleset ketika turun. Tour guide kami pun bercerita bahwa sering para pendaki terjatuh dan kakinya terkilir ketika hendak turun dari kawah ijen. Setelah saya mempertimbangkan saran dari tour guide saya, akhirnya saya memutuskan untuk menaiki troli manusia.

Troli manusia atau ojek troli ini adalah jasa ojek untuk pendaki yang kelelahan saat mendaki gunung atau hendak turun dari atas puncak gunung. Ojek itu sendiri bukalah ojek yang menggunakan motor melainkan para penambang menggunakan troli untuk mengangkut para penumpangnya. Tarif mengangkut pendaki bervariasi, untuk menaiki kawah ijen para penambang mematok harga Rp. 500.000 – 700.000 perorang tergantung lokasi penaikannya dari mana dan untuk Tarif turun para penambang mematok harga Rp. 200.000 – 300.000 rb perorang . Mahal bukan?, menurut saya harga tersebut cukup murah jika diliat dari trek perjalanannya yang cukup licin dan berbatu. Untuk harga segitu pun penambang membagi bersama 3 rekannya karena untuk mengangkut pendaki menggunakan troli ini membutuhkan jasa 3 orang penambang, Dan untuk turun memerlukan 2 orang penambang. Maka dari itu untuk harga tersebut cukup relatif murah dan membantu.

Setelah kami setuju menggunakan jasa ojek troli ini, kemudian tour guide kami mencarikan troli yang bagus dan aman untuk kami. Tidak hanya itu beliaupun membantu kami menawar harga untuk jasa troli yang akhirnya kami mendapat harga murah yaitu 200rb untuk 2 orang. Setelah sepakat kami menaiki troli tersebut.

Ini adalah beberapa video keseruan kami saat menaiki troli

Naik Troli Part 1

Naik Troli Part 2

Selama perjalanan turun bapak yang membawa troli kami menawarkan apakah mau berhenti untuk berfoto-foto namun saya memilih tidak berhenti karena takut membuat bapak tersebut kelelahan karena menunggu kami berfoto.

Di perjalanan turun pun kami mendapatkan beberapa pemandangan yang tak kalah indahnya dengan di puncak gunung. Di sepanjang jalan kami melihat beberapa bukit dan diujung sana kami dapat meilihat gunung merapi dan awan-awan yang melintasinya. Perjalanan turun kami pun tidak mulus terkadang bapak yang mengangkut troli kami harus mengerem mendadak agar kami tidak jatuh ke jurang. Dalam perjalanan turun pun saya belajar dari bapak – bapak ojek troli ini bahwa kerja sama sangat dibutuhkan dalam aspek kehidupan. Terkadang saya harus memegang tangan kekasih saya agar saya merasa aman. Alat ini pun tidak ada pengamannya namun jangan khawatir alat troli ini dilengkapi dengan rem sehingga sang pendorong dapat penekannya dengan leluasa.

Oia Dalam proses penurunan kami dari puncak ijen terdapat 2 bapak-bapak yang menggangkut troli kami, yang pertama adalah seorang bapak yang bertugas untuk mendorong dan memegang kendali penuh dan kedua adalah seorang bapak yang bertugas menarik kami. kerja sama yang kuat ini yang bisa mengantarkan kami dengan selamat. Perlu apresiasi untuk bapak-bapak ojek troli yang tak pernah lelah membantu para wisatawan untuk menikmati Gunung Ijen ini.

 

 

Gunung ijen sendiri dibuka mulai dini hari hingga siang hari yaitu pukul 12, karena saat siang hari kandungan asap blerang disini kurang baik bagi kesehatan.

TIPS MENDAKI GUNUNG IJEN

Sedikit memberikan tips bagi yang ingin mencoba menaiki gunung ijen, walau seberapa beratmu jika kamu yakin akan usahamu semua akan indah pada waktunya.

Berikut ini ialah tips aman mendaki Kawah Ijen:

  1. Makan dan istirahat yang cukup sebelum pendakian. Jangan begadang.
  2. Kenakan busana serba tebal untuk antisipasi suhu dingin, terutama ketika melakukan pendakian tengah malam untuk melihat Blue Fire.
  3. Kenakan sepatu olahraga dengan alas kaki yang tidak licin.
  4. Kenakan juga penutup kepala, sarung tangan, dan terutama masker mulut untuk antisipasi mengirup asap belerang.
  5. Barang yang wajib dibawa: jas hujan, senter kecil, oksigen kaleng atau obat bagi penderita asma.
  6. Mulailah berjalan dengan ritme perlahan sampai ritme sedang. Disarankan rehat sejenak 1-2 kali di tengah pendakian.
  7. Minum air dapat mengurangi rasa haus dan kering tenggorokan karena pengaruh asap belerang.
  8. Persiapkan fisik secara baik. Sebelum berangkat ke gunung ijen lebih baik kamu berolahraga minimal 2 minggu sebelumnya. Lari kecil atau jalan minimal berjara 5 km bisa kamu lakukan.
  9. Pergilah ke toilet sebeum anda melakukan pendakian dikarenakan selama diperjalanan pendakian kamu tidak akan menemukan toilet umum dan toilet akan ada lagi setelah kamu sampai di puncak gunung ijen.
  10. Saat ada orang hendak menghampirimu hendak mengambil sesuatu yang menerangimu, kamu segera menolaknya dengan tegas dan cepat dan disarankan jangan menggunakan handphone saat perjalanan agar tidak terjadi perebutan barang berharga dari tangan anda.